Bangunan joglo cuma diketahui menjadi bangunan tradisionil jawa, kita seringkali kurang tahu mengenai beberapa macam bentuk bangunan harga rumah joglo. Orang pemula kenal bangunan joglo pada kehadiran “soko guru” atau tiang kayu yang sejumlah empat dan banyak orang kenal bangunan joglo dari atap yang bersusun saja. Sebetulnya ada ciri spesial dalam jenis bentuk bangunan joglo. Terlebih dulu kita bedakan pada bangunan limasan serta bangunan joglo. Pertama ialah bangunan limasan tidak memiliki tiang empat yang dimaksud soko guru sedang bangunan joglo mempunyai ciri soko guru yang terdapat ditengahnya bangunan menjadi penyangga atap penting. Ke-2 ialah atap susun penting (teratas) bangunan limasan memiliki pembagian memanjang kesamping kanan serta ke kiri tengah atap bangunan joglo pada atap susun penting lebih pendek serta condong ketengah atau makin tinggi tempat atap makin menyempit. Atap bangunan joglo memiliki prinsip atap berundak bersusun serta terbagi dalam berbagai macam mode atap hingga bangunan joglo memiliki banyak panggilan berdasar pada ciri atapnya.

Bangunan joglo memiliki berbagai macam bentuk atap serta penyebutan, salah satunya;

Joglo mangkurat.

Joglo ini memiliki ciri atap bersusun 3 (tiga susun) atau mungkin dengan tiga pojok kemiringan dengan ketidaksamaan batas pada semasing pojok umumnya dibatasi dengan pemakaian lis plank. Atap joglo mangkurat mempunyai formasi pada atap penting (teratas) memiliki pembagian semakin besar serta tinggi menjulang.

Joglo pangrawit.

Joglo ini hampir serupa dengan harga rumah joglo mangkurat tetapi pembeda pada atap penting lebih kecil serta lebih panjang bumbungan lebih pendek dari joglo mangkurat.

​ Joglo hageng.

Bangunan joglo hageng memiliki pembagian atap penting dan atap dua dibawahnya lebih pendek serta landai dibanding joglo mangkurat ataupun jogja pangrawit. Joglo ini mempunyai bagian atap yang relatif lebih luas. Jogla hageng mempunyai ciri atap tritisan keliling yang luas serta bangunan juga semakin besar dan luas. Joglo hageng memiliki atap bersusun 3. Semasing atap mempunyai lis plank atap diujungnya.

​ Joglo sinom.

Joglo sinom memiliki bentuk atap tritisan yang sama juga dengan joglo hageng tetapi memiliki luas bangunan yang lebih kecil dibanding dengan joglo hageng. Bangunan joglo sinom memiliki pembagian atap penting tambah tinggi dibanding dengan atap joglo hageng. Atap joglo sinom memiliki tiga susun serta tiga pojok kemiringan tetapi pertemuan pada semasing atap tidak ada pembeda berbentuk lis plak.

​ Joglo banyolan.

Joglo banyolan memiliki ciri atap bersusun 2. Bangunan ini memiliki penampilan lebih simpel dibanding dengan harga rumah joglo lain yang beratap susun 3. Atap penting joglo banyolan condong meruncing ke atas serta atap di bawah lebih landai serta melebar, orang semakin banyak mengidentikan seperti payung. Batas pada atap satu dengan satunya hampir tidak ada batas pembeda berbentuk lis plank tetapi cuma beda pojok saja.

Joglo jompongan.

Atap joglo ini mempunyai keunikan atap bersusun 2 serta memiliki bumbungan atap yang memanjang ke samping kanan serta kiri. Pertemuan pada ke-2 atap tidak dipisahkan oleh pembatas lis plank. Bangunan joglo jompongan memiliki denah lantai condong bujur sangkar. Bangunan joglo jompongan sedikit diketemukan ornament hiasan pada atapnya, berlainan dengan harga rumah joglo banyolan yang terdepat ornament pada atapnya.

​ Joglo semar tinandhu.

Bangunan joglo ini ada ketidaksamaan yang riil pada ting penyangganya, pada bangunan joglo-joglo umumnya memakai tiang kayu tetapi pada bangunan ini memakai tiang penyangga yang ditukar oleh dinding atau atap dipikul oleh dinding-dinding.

 

Demikian penjelasan singkat mengenai jenis bentuk joglo berdasarkan pada bentuk atap serta susunanya. Mudah-mudahan ada faedahnya. Terima kasih.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website

CommentLuv badge