Pemicu Ikan Koi Banyak Yang Mati Di Kolam Baru

Kolam koi yang telah berjalan lebih dari 2 bulan, jadi cukuplah aman untuk koi. Satu pengalaman jelek buat beberapa penghobi pemula, terutamanya buat anda yang memiliki kolam baru yang manakah beberapa waktu waktu lalu banyak ikan koi yang mati tanpa ada didapati sebabnya. Beberapa pemelihara koi tidak ingin bersabar serta ingin secepatnya lihat koi berenang di kolam, walau sebenarnya bila anda ingin sukses dalam pelihara koi, kuncinya ya “SABAR”.

Bersabar dalam makna untuk memberikan peluang pada situasi air kolam supaya nyaman buat koi. Kolam yang baru usai dibuat, memang tampak bersih serta bening tetapi anda butuh ingat, ikan koi itu tidak memerlukan air kolam yang bening tetapi air yang nyaman buat mereka untuk hidup.


Situasi air yang ada di kolam baru, begitu tidak nyaman buat koi. Memang di hari ke 1 serta ke 2, koi terlihat sehat berenang kesana-kemari tetapi sebenarnya yang berlangsung tidak demikian. Walau terlihat sehat, koi sebenarnya ada di situasi stress bila ada di kolam baru.
Filter yang baik ialah yang dapat membuahkan proses filter biologi dengan maksimal, hingga bisa dihandalkan untuk menjaga kualitas air kolam. Untuk itu jadi dibutuhkan kesabaran anda, supaya tidak tergesa-gesa masukkan ikan koi ditambah lagi yang mahal harga nya ke kolam koi baru. Berikan peluang pada kolam serta filter anda, agar membuahkan proses filterasi yang baik.
Dari pengalaman serta pada akhirnya tersisa yang hidup dengan perbandingan 1 hidup : 3 mati, di bawah ini pemicu kematian koi.
1. Koi telah sakit semenjak dibeli
Waktu kesenangan pilih koi yang skema warnanya bagus. Tetapi, anda sering meremehkan unsur kesehatan koi, pada itu semula musibah serta kesia-siaan sebenarnya. Karena koi yang sakit begitu susah diobati, yang ujung-ujungnya sebaik apa pun koi yang anda beli satu hari dua di kolam pada akhirnya mati.
Dari koi sakit yang sangat susah ditangani ialah karena virus dengan tanda-tanda mata cukup cekung, pergerakan cepat tidak pasti arah serta sekujur tubuh memerah serta pada akhirnya melepuh seperti disiram air panas.
Selain koi yang sakit tampak dari beberapa ciri fisik, ada juga dari langkah koi berjalan. Koi yang telah sakit umumnya akan bergerakn perlahan waktu diambil, condong megap-megap serta gerakannya lemas.
2. Kualitas air jelek
Koi biasanya tidak tahan dengan air baru, baik air hujan, ditambah lagi air tanah yang baru dipompa. Tidak bingung, pedagang langsung tutup lapak kolam koi dengan terpal waktu hujan datang. Sedang jika kita memberikan langsung air pompa langsung dari krannya, jangankan koi, ikan apapun umumnya akan alami stress serta mati mendadak.
Untuk menangani hal itu, hobiis koi semestinya memiliki kolam transit yang ternaungi dari air hujan, sebelum koi dikombinasi dengan koi yang telah penyesuaian dengan kolam taman yang terserang hujan. Air yang ada pada kolam transit itu juga mesti telah disirkulasi beberapa waktu. Menggunakan filter lebih baik, tetapi janganlah menggunakan zeolit atau arang dulu, sebab koi baru umumnya butuh perawatan yang memakai garam atau obat-obatan, hingga tidak memerlukan bahan penetralisasi di filter, yang akan membuat penyembuhan percuma, bahkan juga jadi memperburuk kulitas air sebab terdapatnya reaksi kimia dengan obat atau garam.
Koi pun tidak tahan air yang teralu banyak amoniak, bisa disebabkan kolam begitu padat, pemberian makanan kebanyakan, atau filter yang telah begitu menumpuk bahan organik bekas pakan, daun-daunan, serta bangkai. Semestinya semua dicek serta ditata hingga ikan masih nyaman. Jika ikan baru masuk tidak nyaman serta mojok, bisa saja sebab air kolam kebanyakan amoniak yang membuat sakit atau kekurangan oksigen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website

CommentLuv badge