Sunat pada bayi perempuan baru lahir

Mungkin beberapa orang pernah mendengar perihal sunat pada bayi perempuan baru lahir. Berdiskusi perihal sirkumsisi, pasti hal ini telah tidak jarang lagi terdengar di seluruh jajaran masyarakat. Khususnya apabila orangnya adalah laki-laki di umur yang masih muda ataupun remaja. Tetapi, sesungguhnya macam sirkumsisi ini dilihat dari orangnya ada dua. Pertama adalah sirkumsisi laki-laki dan yang kedua adalah sirkumsisi bayi perempuan. Cuma, bila sirkumsisi laki-laki telah cukup familiar dan telah menjadi adat istiadat turun temurun, mungkin sirkumsisi pada bayi perempuan baru lahir masih cukup asing karena tidak sering terdengar dan jarang sekali dilakukan.

Walaupun dalam agama Islam lebih-lebih, pembahasan mengenai sunat bayi perempuan ini sangat banyak dijumpai. Dan yang membuatnya menjadi cukup terselubung dari pengetahuan masyarakat adalah praktiknya yang memang sangat minim dilaksanakan. Sedangkan untuk mengetahui lebih dalam seputar sirkumsisi bayi perempuan ini, sebaiknya anda simak review lebih lanjutnya dibawah ini.

Sebelum mengetahui lebih dalam perihal tatacara sirkumsisi bayi perempuan ataupun peraturannya, pasti yang amat penting untuk dibahas awal adalah definisi. Sunat pada bayi perempuan baru lahir yaitu sirkumsisi yang dilaksanakan pada alat kelamin perempuan. Tetapi, pelaksanaan tata cara sirkumsisi pada bayi perempuan baru lahir pasti beda karena alat kelamin pada laki-laki dan wanita beda. Tetapi hal itulah yang menarik untuk kita bahas, sebagai berikut.

Peraturan lebih jauh, khitan sendiri yaitu kegiatan memotong sebagian tubuh, tepatnya di komponen alat kelamin sebagai salah satu dari beberapa cara yang ada. Dalam hal ini sirkumsisi bayi wanita sesungguhnya telah banyak dilaksanakan di zaman dahulu. Sayang sekali, beberapa organisasi internasional, dewasa ini telah mengatur agar sirkumsisi pada bayi wanita baru lahir dibatasi.

Peraturan sirkumsisi bayi wanita dalam Islam

Di Indonesia, sirkumsisi pada bayi wanita baru lahir jarang sekali dilaksanakan dan hanya beberapa kelompok minoritas saja yang menjalankan, namun sesungguhnya bagaimana sih undang-undang sirkumsisi bayi wanita dalam Islam? Dalam hal ini memang ada beberapa hal yang memperlihatkan undang-undang tersebut secara jelas. Tapi, tidak dapat disampingkan bahwasanya memang ada perbedaan anggapan dikalangan para ulama mengenai bagaimana sesungguhnya undang-undang khitan secara umum ataupun undang-undang sirkumsisi bayi wanita tersebut. Peraturan tersebut dibagi menjadi 3, yaitu wajib, sunnah serta wajib dan sunnah. Sedangkan untuk keterangan lebih lanjutnya ada dibawah ini.

Wajib

Peraturan pertama dari sirkumsisi pada bayi wanita baru lahir adalah wajib, dianut oleh madzah syafi’i. Undang-undang lebih jelas, berdasarkan madzab syafi’i, khitan memang diharuskan bagi tiap-tiap laki-laki ataupun wanita. Tetapi ini dicontoh juga oleh madzab hambali yang meniru imam Ahmad sekaligus para ulama salaf. Oleh karena itu tidak heran apabila di beberapa kitab syafi’i anda mungkin menemukan adanya undang-undang wajib sirkumsisi pada wanita bayi baru lahir.

Sunnah

Berbeda dari anggapan sebelumnya, kali ini tidak terlalu ekstrim karena sirkumsisi bayi cewek dihukumi tidak wajib, yakni bila dilaksanakan mendapat pahala dan bila tak dijalankan tidaklah berdosa. Imam madzhab yang mempunyai anggapan itu tidak lain adalah Imam Hambali dan Imam Maliki yang mana secara otomatis dicontoh oleh madzab Hanafi dan Maliki. Tetapi perlu diketahui lebih lanjut bahwa beberapa madzab syafi’i malahan ada yang meniru anggapan ini.

Wajib dan Sunnah

Untuk undang-undang yang terakhir adalah undang-undang sunat untuk anak cewek yang wajib dan sunah. Maksudnya adalah wajib untuk laki-laki tapi sunnah untuk wanita. Sedangkan yang meniru anggapan ini adalah beberapa orang yang meniru madzhab maliki.

Cara sunat anak wanita

Perlu diketahui bahwasannya tatacara sunat anak wanita beda dengan khitan laki-laki. Aturan yang biasa mengenai metode tersebut dibagi menjadi empat. Pembagian ini sekaligus menjadi tingkatan khitan mulai dari yang paling biasa hingga yang paling ekstrim. Dan dari ke-4nya, tentu ada yang paling banyak diaplikasikan atau malah tidak diizinkan untuk dilaksanakan.

Memotong sedikit kulit (selaput)

Memotong sedikit kulit (selaput) yang dimaksud dalam tatacara khitan untuk wanita dalam hal ini adalah selaput yang menutupi ujung klitoris. Dalam Islam, teknik yang satu ini adalah teknik yang sangat dianjurkan. Karena teknik ini memang sehat hingga kotoran yang ada dibaliknya akan hilang dari organ perempuan.

Memotong beberapa kecil klitoris

Tatacara khitan untuk wanita yang satu ini cukup lebih ekstrim karena dengan memotong beberapa kecil klitoris. Tetapi ini akan dilaksanakan jikalau wanita mempunyai klitoris yang terlalu kelihatan. Sedangkan efek terbaik yang dapat dimunculkan dari metode ini adalah dapat mengurangi napsu yang berlebihan.

Memotong seluruh klitoris plus labium minora

Sebab ke-3 adalah dengan menghilangkan seluruh klitoris plus labium minora. Labium minora tersebut tidak lain adalah bibir kemaluan yang termasuk pada komponen dalam. Tetapi, metode yang satu ini dalam Islam dilarang karena akan membikin yang di khitan merasakan sakit yang sangat luar biasa. Pasalnya, dahulu di negara Afrika di jaman fir’aun tatacara ini diaplikasikan.

Memotong seluruh klitoris plus labium minora dan labium mayora

Sebab terakhir yang dikerjakan sebagai salah satu tatacara khitan untuk wanita ini adalah memotong seluruh klitoris, labium minora dan labium mayora. Labium minora tadi yaitu bibir kemaluan dalam, labium mayora yaitu sepasang bibir kemaluan luar. Hal ini tentu akan sangat menyakiti wanita apabila diaplikasikan. Oleh karena itulah, metode demikian sangat tidak dianjurkan dalam Islam.

Dari beberapa tatacara khitan untuk wanita diatas, yang paling banyak dikerjakan lebih-lebih di daerah Mesir adalah metode ke-2. Daerah presentasenya hingga mencapai 97% lebih. Sebagian kecil lagi mengaplikasikan metode yang pertama. Sedangkan yang mengaplikasikan metode ketiga dan keempat tentu saja sangat sedikit, apalagi mengingat metode demikian dilarang.

Manfaat sirkumsisi anak wanita

Manfaat sunat anak wanita dibalik perintah dan anjuran agama Islam, pastilah ada hikmah yang akan diperoleh untuk mereka yang mengerjakannya. Dalam hal ini manfaat dari sirkumsisi anak wanita adalah untuk mengurangi syahwat. Arti tersiratnya, apabila wanita tidak di khitan, maka napsunya akan terlalu besar.

Klinik sirkumsisi bayi wanita di Jogja

Klinik sirkumsisi bayi wanita di Jogja sekarang dapat anda temui di Rumah Sunat Az-Zahra Piyungan. Dengan mengetahui ulasan mengenai sirkumsisi pada bayi wanita dan mengetahui hikmahnya, mungkin ada beberapa kelompok yang berniatan untuk menyunatkan anak perempuannya. Rumah Sunat Az-Zahra Piyungan adalah rekomendasi klinik sirkumsisi paling baik di Jogja. Dengan posisi yang mudah dicari, tim kesehatan yang berpengalaman, dan harga yang cukup murah.

Demikianlah ulasan mengenai sunat bayi perempuan dapat menjadi referensi materi bagi Anda. Nah, sesudah mengetahui lebih dalam seputar khitan pada bayi perempuan baru lahir, bagi anda yang mempunyai bayi perempuan sebaiknya langsung persiapkan khitan untuknya. Apalagi mengingat khitan perempuan akan lebih baik apabila dilaksanakan semenjak dini atau selagi masih bayi. Mengingat aturannya yang sunnah yang mana sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Tidak hanya itu, hikmahnya untuk kesehatan juga sangat banyak. Semoga bermanfaat untuk anda.

Rumah Sunat Az-Zahra Piyungan

Mutihan, Jl. Piyungan – Prambanan Km3 No 28, Jatigrit, Srimartani, Kec. Piyungan, Bantul, Istimewa Yogyakarta 55792

Tlp./WA 0821-3449-5179